Tampilkan postingan dengan label askep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label askep. Tampilkan semua postingan

16 Jun 2012

Askep Ventricular Septal Defect (VSD)


Kali ini saya akan membahas mengenai Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) dengan Ventricular Septal Defect (VSD).

Pengertian:
Menurut Ngastiyah, VSD (Ventricular Septal Defect) atau DSV (Defek Septum Ventrikel) adalah terjadi bila sekat (septum) ventrikel tidak terbentuk sempurna. Akibatnya darah dari bilik kiri mengalir ke bilik kanan pada saat systole.

Etiologi:
Penyebab VSD tidak diketahui. VSD lebih sering ditemukan pada anak-anak dan seringkali merupakan suatu kelainan jantung bawaan. Pada anak-anak, lubangnya sangat kecil, tidak menimbulkan gejala dan seringkali menutup dengan sendirinya sebelum anak berumur 18 tahun. Pada kasus yang lebih berat, bisa terjadi kelainan fungsi ventrikel dan gagal jantung. VSD bisa ditemukan bersamaan dengan kelainan jantung lainnya.

Faktor prenatal yang mungkin berhubungan dengan VSD:
1. Rubella atau infeksi virus lainnya pada ibu hamil
2. Gizi ibu hamil yang buruk
3. Ibu yang alkoholik
4. Usia ibu diatas 40 tahun
5. Ibu menderita diabetes

Penatalaksanaan:
Pasien DSV baru dirawat di rumah sakit bila sedang mendapat infeksi saluran nafas, karena biasanya sangat dispnea dan sianosis sehingga pasien terlihat payah. Masalah pasien yang perlu diperhatikan ialah bahaya terjadinya gagal janung, resiko terjadi infeksi saluran napas, kebutuhan nutrisi, gangguan rasa aman dan nyaman, kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit.

Askep Varisela


Kali ini saya akan membahas tentang Askep (asuhan Keperawatan) pada pasien (anak) penderita Varisela.

A. Pengartian:
Berdasarkan Kapita Selekta Kedokteran (2000), varisela adalah infeksi akut prime yang menyerang kulit dan mukosa secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorfi terutama berlokasi di bagian sentral tubuh, disebut juga cacar air, chicken.

B. Etiologi:
Menurut Richar E, varisela disebabkan oleh Herpes virus varicella atau disebut juga virus varicella-zoster (virus V-Z). Virus tersebut dapat pula menyebabkan herpes zoster. Kedua penyakit ini mempunyai manifestasi klinis yang berbeda. Diperkirakan bahwa setelah ada kontak dengan virus V-Z akan terjadi varisela; kemudian setelah penderita varisela tersebut sembuh, mungkin virus itu tetap ada dalam bentuk laten (tanpa ada manifestasi klinis) dan kemudian virus V-Z diaktivasi oleh trauma sehingga menyebabkan herpes zoster. Virus V-Z dapat ditemukan dalam cairan vesikel dan dalam darah penderita verisela dapat dilihat dengan mikroskop electron dan dapat diisolasi dengan menggunakan biakan yang terdiri dari fibroblas paru embrio manusia.

C. Penatalaksanaan:
Menurut Siti Aisyah 2003 :
1. Pengobatan Umum
Pada pasien imunokompeten varisela biasanya ringan dan dapat sembuh sendiri. Untuk mengatasi gatal dapat diberikan kompres dingin atau lotion kalamin dan antihistamin oral. Bila lesi masih vesicular dapat diberikan bedak agar tidak mudah pecah, dapat ditambahkan antipruritus di dalamnya, misalnya mentol 0,25-0,5%. Bila vesikel sudah pecah atau sudah terbentuk krusta, dapat diberikan salap antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder bacterial. Mandi rendam dalam air hangat yang diberi antiseptik dapat mengurangi gatal dan mencegah infeksi bacterial sekunder pada kulit. Krim atau lotion kortikosteroid serta salap bersifat oklusif sebaiknya tidak digunakan.

Askep Thalasemia


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien penderita thalasemia.

Pengertian:
Menurut Ngastiyah (2005), thalasemia merupakan penyakit anemia hemolitik dimana terjadi kerusakan sel darah merah di dalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 100 hari).

Etiologi:
Menurut Harnawartiaj (2008), etiologi thalasemia yaitu faktor genetik, yaitu perkawinan antara dua heterozigot (carier) yang menghasilkan keturunan thalasemia (homozigot).

Penatalaksanaan:
Menurut Harnawartiaj (2008), penatalaksanaan pada pasien thalasemia yaitu :
• Transfusi darah berupa sel darah merah sampai kadar Hb 11 g/dl. Pemberian sel darah merah sebaiknya 10 – 20 ml/kg BB.
• Asam folat teratur (misalnya 5 mg perhari) jika diit buruk.
• Pemberian chelating agents (desferal) secara teratur membentuk mengurangi hemosiderosis. Obat diberikan secara intravena atau subkutan, dengan bantuan pompa kecil, 2 g dengan setiap unit daerah transfusi.
• Vitamin C 200 mg untuk meningkatkan ekskresi besi dihasilkan oleh desferioksamin.
• Splenektomi mungkin dibutuhkan untuk menurunkan kebutuhan darah. Ini ditunda sampai pasien berumur di atas 6 tahun karena resiko infeksi.
• Terapi endokrin diberikan baik sebagai pengganti ataupun untuk merangsang hipofise jika pubertas terlambat.

Untuk Lengkapnya, download >> DISINI

Askep Insufisiensi Adrenal


Kali ini saya akan membahas tentang Askep (asuhan kperawatan) pada pasien dengan insufiensi adrenal.

Pengertian:
Insufisiensi adrenal adalah penurunan kadar kortikosteroid adrenal dalam darah.

Etiologi:
1. Insufisiensi adrenal primer
Penyebab paling utama dari hipoadrenal primer adalah adrenalistik atoimun. Penyebab utama kedua adalah keruasakn kelenjar sekunder terhadap infeksi Mycrobacterium Tubercolosis. Penyebab paling sering adalah atropi idiopatik. Penyebab lain mencakup hemoralgi bilateral dari kelenjar sekunder terhadap infeksi bakteri disertai sepsis dan syok, metafis malignan dan acquired immunodeficiency syndrome.
2. Insufisiensi adrenal sekunder
Peyebab paling utama: iatrogenic.
Peyebab lain: metafisis kanker paru dan payudara, infark pituitary, pembedahan, radiasi dan gangguan susuna saraf pusat seperti fraktur/infeksi tuang basilar.
3. Insufisiensi adrenal akut/krisis adrenal
Terjadi ketika terdapat peruban pada kondisi kronik. Selain penyakit kronik terjadi, kejadian seperti infeksi, trauma, prosedur pembedahan atau sebagian stress yang berlebihan.

Penatalaksanaan:

Askep Hipoparatiroid


Kali ini saya akan membahas tentang Askep (asuhan keperawatan) pada pasien penderita hipoparatiroid.

Pengertian:
Hipoparatiroid adalah penurunan produksi hormon oleh kelenjar paratiroid menyebabkan kadar kalsium dalam darah rendah, kemudian hipokalsemia menyebabkan eksitabilitas neuromuskular dan kontraksi muscular.

Etiologi:
Hypoparatiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Sekresi hormone paratiroid yang kurang adekuat akibat suplai darah terganggu. hypofungsi paratiroid atau kehilangan fungsi kelenjar paratiroid. Hal ini merupakan penyebab hypoparatiroidisme yang paling sering ditemukan.
2. Komplikasi pembedahan pada jaringan kelenjar paratiroid diangkat pada saat dilakukan tiroidektomi, paratiroidektomi, atau diseksi radikal leher.
3. Radiasi atas kelenjar tiroid
4. Gangguan autoimun genetik
5. Cedera leher
6. Hemoksomatosis
Risiko terjadinya hypoparatiroidisme meningkat apabila terdapat:
1. Infeksi
2. Kehamilan
3. Obat diuretik

Penatalaksanaan:
Tujuan terapi adalah untuk menaikkan kadar kalsium serum sampai 9 hingga 10 mg/dl (2,2 hingga ,5 mmol/L) dan menghilangkan gejala hypoparatiridisme serta hipokalsemia.
1. Apabila terjadi hipokalsemia dan tetanus pascatiroidektomi, terapi yang harus diberikan adalah pemberian kalsium glukonas intravena.
Jika terapi ini tidak segera menurunkan iritabilitas neuromuscular dan serangan kejang, preparat sedative, seperti pentobarbital dapat diberikan.
2. Pemberian preparat parathormon parenteral dapat dilakukan untuk mengatasi hipoparatiroidisme akut disertai tetanus.

Askep Hiperparatiroid


Kali ini saya akan membahas tentang Askep (asuhan keperawatan) pada pasien penderita hiperparatiroid.

Pengertian:
Hiperparatiroid adalah penyakit yang disebabkan oleh kelebihan sekresi hormon paratiroid (PTH) yang ditandai dengan dekasifikasi tulang dan terbentuknya batu ginjal yang mengandung kalsium.

Etiologi:
1. Primer (sekresi PTH tidak sesuai )
a. Adenoma (tersering > 80 %)
b. Hiperplasi
• mungkin familial
• mungkin disertai dengan neoplasia endokrin multipel
• mungkin familial dan disertai dengan kalsium urin rendah (hiperkalsemi hipokalsiurik familial)
c. kira – kira 50% tanpa gejala

2. Sekunder (sekresi PTH sesuai)
a. Gagal ginjal kronik
b. Malabsorbsi
• kelainan gastrointestinal
• kelainan hepatobilier
c. Penyebab lain dari hipokalsemi

3. Tersier (sekresi PTH autonom ditambah dengan hiperparatiroid sekunder terdahulu)
a. Sangat jarang
b. Hipernefroma
c. Karsinoma sel skuamuosa paru.

14 Mar 2012

Askep Tetralogi Fallot


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Tetralogi Fallot.

Pengertian:
Tetralogi fallot (TF) adalah kelainan jantung dengan gangguan sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi Defek septum ventrikel, Stenosis pulmonal, Overriding aorta, dan Hipertrofi ventrikel kanan.
  1. Defek septum ventrikel : adanya lubang di sekat pemisah bilik kiri (ventrikel kiri) dengan bilik kanan (ventrikel kanan)
  2. Stenosis pulmonal : penyempitan klep pembuluh darah yang keluar dari bilik kanan menuju paru, bagian otot dibawah klep juga menebal dan menimbulkan penyempitan
  3. Overriding Aorta : pembuluh darah utama yang keluar dari bilik kiri mengangkang sekat bilik, sehingga seolah-olah sebagian aorta keluar dari bilik kanan
  4. Hipertrofi ventrikel kanan :,penebalan otot bilik kanan akibat kerja keras (karena jalan keluarnya terhambat) dan tekanan dalam rongga ini meningkat.
Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat. Stenosis pulmonal bersifat progresif , makin lama makin berat.

Etiologi:
Pada sebagian besar kasus, penyebab penyakit jantung bawaan tidak diketahui secara pasti. Diduga karena adanya faktor endogen dan eksogen. Faktor -factor tersebut antara lain:
  1. Faktor Endogen
    • Berbagai jenis penyakit genetik : Kelainan kromosom
    • Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan
    • Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung atau kelainan bawaan
  2. Faktor eksogen : Riwayat kehamilan ibu
    • Sebelumnya ikut program KB oral atau suntik, minum obat-obatan tanpa resep dokter, (thalidmide, dextroamphetamine, aminopterin, amethopterin, jamu)
    • Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella
    • Pajanan terhadap sinar-X
Para ahli berpendapat bahwa penyebab endogen dan eksogen tersebut jarang terpisah menyebabkan penyakit jantung bawaan. Apapun sebabnya, pajanan terhadap faktor penyebab harus ada sebelum akhir bulan kedua kehamilan, oleh karena pada minggu ke delapan kehamilan pembentukan jantung janin sudah selesai.

12 Mar 2012

Askep Tetanus


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Tetanus.

Pengertian:
Tetanus atau Lockjaw merupakan penyakit akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh racun tetanospamin yang dihasilkan oleh Clostridium Tetani.

Etiologi:
Penyebab penyakit ini adalah kuman yang dikenal sebagai Clostridium Tetani yang masuk dalam tubuh melalui:
1. luka tusuk, gigitan binatang, luka bakar
2. luka operasi yang tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik
3. OMP, Caries gigi, infeksi telinga
4. pemotongan tali pusat yang tidak steril.
5. penjahitan luka robek yang tidak steril dan dari bekas suntikan Clostridium Tetani.

10 Mar 2012

Askep Tetanus Neonatorum


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Tetanus Neonatorum.

Pengertian:
Menurut Ngastiyah (1997), Tetanus neonatorum adalah kejang yang sering dijumpai pada BBL, yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan oleh infeksi selama masa neonatal yang antara lain terjadi sebagai akibat pemotongan tali pusat atau perawatannya yang tidak bersih.

Etiologi:
Penyebab tetanus neonatorum adalah clostridium tetani yang merupakan kuman gram positif, anaerob, bentuk batang dan ramping. Kuman tersebut terdapat ditanah, saluran pencernaan manusia dan hewan. Kuman clostridium tetani membuat spora yang tahan lama dan menghasilkan 2 toksin utama yaitu tetanospasmin dan tetanolysin.
Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, terutama pada daerah resiko tinggi dengan cakupan imunisasi DPT yang rendah. Reservoir utama kuman ini adalah tanah yang mengandung kotoran ternak sehingga resiko penyakit ini di daerah peternakan sangat tinggi. Spora kuman Clostridium tetani yang tahan kering dapat bertebaran di mana-mana. Masa inkubasi penyakit ini adalah antara 5-14 hari. Pada umumnya tetanus neonatorum berlangsung lebih berat daripada tetanus pada anak.
Selain disebabkan oleh clostridium tetani, tetanus neonatorum juga dapat disebabkan oleh:
1. Luka tusuk, gigitan binatang, luka bakar
2. Luka operasi yang tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik
3. OMP, caries gigi.
4. Pemotongan tali pusat yang tidak steril.
5. Penjahitan luka robek yang tidak steril

8 Mar 2012

Askep Spina Bifida


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Spina Bifida.

Pengertian:
Menurut Wong (2003), Spina bifida adalah defek pada penutupan kolumna vertebralis dengan atau tanpa tingkatan protusi jaringan melalui celah tulang.

Etiologi:
Penyebab spesifik dari spina bifida tidak diketahui. Banyak faktor seperti keturunan dan lingkungan diduga terlibat dalam terjadinya defek ini. Tuba neural umumnya lengkap 4 minggu setelah konsepsi. Hal-hal berikut ini telah ditetapkan sebagai faktor penyebab: kadar vitamin maternal rendah; termasuk asam folat; mengonsumsi klomifen dan asam valproat; dan hipertermia selama kehamilan. Diperkirakan bahwa hampir 50 % defek tuba neural dapat dicegah jika wanita yang bersangkutan meminum vitamin-vitamin prakonsepsi, temasuk asam folat.

Penatalaksanaan:
  1. Penatalaksanaan Medis
    Pembedahan mielomeningokel dilakukan pada periode neonatal untuk mencegah ruptur. Perbaikan dengan pembedahan pada lesi spinal dan pirau CSS pada bayi hidrocefalus dilakukan pada saat kelahiran. Pencangkokan pada kulit diperlukan bila lesinya besar. Antibiotic profilaktik diberikan untuk mencegah meningitis. Intervensi keperawatan yang dilakukan tergantung ada tidaknya disfungsi dan berat ringannya disfungsi tersebut pada berbagai sistem tubuh.
    Berikut ini adalah obat-obat yang dapat diberikan:
    • Antibiotic digunakan sebagai profilaktik untuk mencegah infeksi saluran kemih (seleksi tergantung hasil kultur dan sensitifitas).
    • Antikolinergik digunakan untuk meningkatkan tonus kandung kemih.
    • Pelunak feces dan laksatif digunakan untuk melatih usus dan pengeluaran feces.

6 Mar 2012

Askep Sindrom Nefrotik


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Nefrotik.

Pengertian:
Menurut sumber, buku Kapita Selekta Kedokteran (2000) menyebutkan, Sindrom Nefrotik ditandai oleh Proteinuria masif, hipoalbuminemia, edema dan hiperlipidemia. Insiden tertinggi pada usia 3-4 tahun, rasio lelaki dan perempuan 2:1.

Etiologi:
  1. 1. Primer/Idiopatik
    • a. Yang berhubungan dengan kelainan primer glomerulus dengn sebab tidak diketahui.
    • b. Banyak terjadi pada usia sekolah (74% pada usia 2 - 7 tahun)
    • c. Pria dan wanita 2 : 1
    • d. Diawali dengan infeksi virus pada saluran nafas atas.
  2. 2. Sekunder
    • a. Disebabkan oleh kerusakan glomerulus (akut/kronik) karena penyakit tertentu.
    • b. Karena infeksi, keganasan, obat-obtan, penyakit multisistem dan jaringan ikat, reaksi alergi, bahan kimia, penyakit metabolik, penyakit kolagen, toksin, transplantasi ginjal, trombosis vena renalis, stenosis arteri renalis, obesitas masif, glomerulonefritis akut/kronis.
    • c. Banyak terjadi pada anak dengan penurunan daya tahan tubuh/ gangguan imunitas, respon alergi, glomerulonefritis. Dikaitkan dengan respon imun (abnormal immunoglobulin)
    • d. Pada orang dewasa SN skunder terbanyak disebabkan oleh dibetes melitus
  3. 3. Kongenital
    • a. Diturunkan sebagai resesif autosom atau karena reaksi fetomaternal
    • b. Herediter >> Resisten gen
    • c. Tidak resisten terhadap terapi malalui Transplantasi Ginjal

4 Mar 2012

Askep Sindrom Down


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Syndrom Down.

Pengertian:
Menurut Ramali (2005), Sindrom Down adalah kelainan bawaan, terutama keterbelakangan mental, bentuk wajah yang khas ( idiosi Mongoloid, Mongoloidisme ), kelainan kromosomal berupa trisomi atau translokasi gen secara tidak seimbang.

Etiologi:
selama satu abad sebelumnya banyak hipotesis tentang penyebab sindrom Down yang dilaporkan. Tetapi sejak ditemukan adanya kelainan kromosom pada sindrom Down pada tahun 1959, maka sekarang perhatian dipusatkan pada kejadian "non-disjunctional" sebagai penyebabnya yaitu:
  1. Genetik
    Diperkirakan terdapat predisposisi genetic terhadap "non-disjunctional". Bukti yang mendukung teori ini adalah berdasarkan hasil penelitian epidemiologi yang menyatakan adanya peningkatan resiko berulang bila dalam keluarga terdapat anak dengan sindrom Down.
  2. Radiasi
    Radiasi dikatakan merupakan salah satu penyebab terjadinya "non-disjunctional" pada sindrom Down ini. Uchida 1981 (dikutip Pueschel dkk.) menyatakan bahwa sekitar 30% ibu yang melahirkan anak dengan sindrom Down, pernah mengalami radiasi di daerah perut sebelum terjadinya konsepsi. Sedangkan penelitian lain tidak mendapati hubungan antara radiasi dengan penyimpangan kromosom.
  3. Infeksi
    Infeksi juga dikatakan sebagai salah satu penyebab terjadinya sindrom Down. Sampai saat ini belum ada peneliti yang mampu memastikan bahwa virus dapat mengakibatkan terjadinya "non-disjunctional".
  4. Autoimun
    Factor lain yang juga diperkirakan sebagai etiologi sindrom Down adalah aotuimun. Terutama autoimun tiroid atau penyakit yang dikaitkan dengan tiroid. Penelitian Fialkow 1966 (dikutip Pueschel dkk.) secara konsisten mendapatkan adanya perbedaan autoantibodi tiroid pada ibu yang melahirkan anak dengan sindrom Down dengan ibu kontrol yang umurnya sama.
  5. Umur ibu
    Apabila umur ibu di atas 35 tahun, diperkirakan terdapat perubahan hormonal yang dapat menyebabkan "non-disjunctional" pada kromosom. Perubahan endokrin, seperti meningkatnya sekresi androgen, menurunnya kadar hidroepiandrosteron, menurunnya konsentrasi estriadol sistemik, perubahan konsentrasi reseptor hormone, dan peningkatan secara tajam kadar LH (Lutenizing Hormone) dan FSH (Follicular Stimulating Hormone) secara tiba-tiba sebelum dan selama menopause, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya "non-disjunctional".
  6. Umur ayah
    Selain pengaruh umur ibu terhadap sindrom Down, juga dilaporkan adanya pengaruh umur ayah. Penelitian sitogenik pada orang tua dari anak dengan sindrom Down mendapatkan bahwa 20-30% kasus ekstra kromosom 21 bersumber dari ayahnya. Tetapi korelasinya tidak setinggi dengan umur ibu.
    Factor lain seperti gangguan intragametik, organisasi nucleolus, bahan kimia dan frekuensi koitus masih didiskusikan kemungkinan sebagai penyebab dari sindrom Down

2 Mar 2012

Askep Retardasi Mental


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Reterdasi Mental.

Pengertian:
Retardasi mental dapat diartikan sebagai suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap. Ini terutama terlihat selama masa perkembangan sehingga mempengaruhi pada semua tingkat intelegensia, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Retardasi mental kadang disertai gangguan jiwa atau gangguan fisik lain.

Etiologi:
Adanya disfungsi otak merupakan dasar dari Retardasi Mental. Faktor-faktor yang potensial sebagai penyebab Retardasi Mental:
  • Non organik
    • Kemiskinan dan keluarga yang tidak harmonis.
    • Faktor sosiokultural.
    • Interaksi anak-pengasuh yang tidak baik.
    • Penelantaran anak.
  • 2) Organik
    • Faktor Pra-konsepsi
      • Abnormalitas single gene (penyakit-penyakit metabolik, kelainan neurocutaneous).
      • Kelainan kromosom.
    • Faktor Pre-natal
      • Gangguan pertumbuhan otak trimester I
        • Kelainan kromosom
        • Infeksi intra uterin, misal HIV
        • Zat-zat teratogen (alkohol, radiasi)
        • Disfungsi plasenta
        • Kelainan konginetal dari otak
      • Gangguan pertumbuhan otak trimester II dan III
        • Infeksi intra uterin, misal HIV
        • Zat-zat teratogen (alkohol, kokain, logam-logam berat)
        • Ibu DM, PKU
        • Toksemia gravidarum
        • Disfungsi plasenta
        • Ibu malnutrisi
    • Faktor Peri-natal
      • Sangat prematur
      • Asfeksia neotorum
      • Trauma lahir
      • Meningitis
      • Kelainan metabolik
    • Faktor Post Natal
      • Trauma berat pada kepala/susunan saraf pusat
      • Neurotoksin
      • CVA
      • Anoksia, misalnya tenggelam
      • Metabolik, misalnya gizi buruk, kelainan hormonal
      • Infeksi, misalnya meningitis ensefalitis

29 Feb 2012

Askep Pertusis


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Pertusis.

Pengertian:
Menurut Mansjoer (2000), Pertusis adalah penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh Bordetella pertusis, nama lain penyakit ini adalah tussis quirita, whooping cough, batuk rejan.

Etiologi:
Pertusis biasanya disebabkan diantaranya sebagai berikut :
  • Bordetella pertussis (Hemophilis pertusis).
  • Suatu penyakit sejenis telah di hubungkan denganinfeksi oleh bordetella para pertusis, B. Bronchiseptiea dan virus.
Penatalaksanaan:
  1. Anti mikroba
    Pemakaian obat-obatan ini di anjurkan pada stadium kataralis yang dini. Eritromisin merupakan anti mikroba yang sampai saat ini di anggap paling efektif dibandingkan dengan amoxilin, kloramphenicol ataupun tetrasilkin. Dosis yang dianjurkan 50 mg/kg BB/hari, terbagi dalam 4 dosis selama 5 - 7 hari.
  2. Kortikosteroid
    • Betametason oral dosis 0,075 mg/lb BB / hari.
    • Hidrokortison suksinat ( sulokortef ) I.M dosis 30 mg/kg BB/hari kemudian diturunkan perlahan dan dihentikan pada hri ke - 8.
    • Prednison oral 2,5 - 5 mg/hari
      Berguna dalam pengobatan pertusis terutama pada bayi muda dengan serangan proksimal.

27 Feb 2012

Askep Patent Ductus Arteriosus


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Patent Duktus Arteriosus (PDA).

Pengertian:
Menurut Betz & Sowden (2002), Patent Duktus Arteriosus (PDA) adalah tetap terbukanya duktus arteriosus setelah lahir, yang menyebabkan dialirkannya darah secara langsung dari aorta (tekanan lebih tinggi) ke dalam arteri pulmoner (tekanan lebih rendah).

Etiologi:
Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaanbelum diketahui pasti,tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan.
  1. Faktor Prenatal
    • Ibu menderita penyakit infeksi: Rubella semasa trimester.
    • Ibu alkoholisme dan merokok
    • Umur ibu lebih dari 40 tahun
    • Ibu menderita penyakit diabetes melitu (DM) yang memerlukan insulin
    • Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu
    • Prematur
  2. Faktor Genetik
    • Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan.
    • Ayah/ibu menderita penyakit jantung bawaan
    • Kelainan kromosom seperti Sindrom Down
    • Lahir dengan kelainan bawaanyang lain

25 Feb 2012

Askep Omphalokel


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Omphalokel.

Pengertian:
Menurut Lelin (2007), Omphalocele adalah defek (kecacatan) pada dinding anterior abdomen pada dasar dari umbilical cord dengan herniasi dari isi abdomen. Organ-organ yang berherniasi dibungkus oleh peritoneum parietal. Setelah 10 minggu gestasi, amnion dan Wharton Jelly juga membungkus massa hernia.

Etiologi:
etiologi pasti dari omphalocele belum diketahui. Beberapa teori telah dipostulatkan, seperti:
  1. Kegagalan kembalinya usus ke dalam abdomen dalam 10-12 minggu yaitu kegagalan lipatan mesodermal bagian lateral untuk berpindah ke bagian tengah dan menetapnya the body stalk selama gestasi 12 minggu.
  2. Faktor resiko tinggi yang berhubungan dengan omphalokel adalah resiko tinggi kehamilan seperti :
    • Infeksi dan penyakit pada ibu
    • Penggunaan obat-obatan berbahaya, merokok,
    • Kelainan genetik
    • Defesiensi asam folat
    • Hipoksia
    • Salisil dapat menyebabkan defek pada dinding abdomen.
    • Asupan gizi yang tak seimbang
    • Unsur polutan logam berat dan radioaktif yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil

23 Feb 2012

Askep Obesitas


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Obesitas.

Pengertian:
Menurut Mansjoer (2000), Obesitas adalah keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh.

Etiologi:
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori yang lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh/pemasukan makan yang berlebihan ke dalam tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa factor:
  1. Masukan energi yang melebihi dari kebutuhan tubuh
    • Pada saat bayi
    • Faktor Psikis
    • Gaya hidup masa kini
  2. Penggunaan kalori yang kurang
    Berkurangnnya pemakaian energi dapat terjadi pada anak yang kurang aktivitas fisiknya, seharian nonton TV, dll.
  3. Faktor lingkungan
    Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan sertabagaimana aktifitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktifitasnya.
  4. Faktor kesehatan
  5. Faktor perkembangan
  6. Aktivitas fisik
Untuk terjadinya obesitas tidak hanya tergantung dari berbagai macam penyebab yang telah disebutkan di atas, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor predisposisi lainnya misalnya :
  1. Herediter (faktor keturunan)
  2. Suku/Bangsa
  3. Pandangan masyarakat yang salah, yaitu bayi yang sehat adalah yang bayi yang gemuk.
  4. Anak cacat, anak aktifitasnya kurang karena problem fisik/cara mengasuh.
  5. Umur orang tua yang sudah lanjut baru punya anak, anak tunggal, anak "mahal", anak dari orang tua tunggal, dll.
  6. Meningkatnya keadaan social ekonomi seseorang.
  7. Obat-obatan

21 Feb 2012

Askep Morbili


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Morbili.

Pengertian:
Menurut Ngastiyah (2005), Morbili adalah Penyakit virus akut ,menular yang ditandai 3 stadium, yaitu stadium katar, stadium erupsi, stadium konvalensi.

Etiologi:
Virus morbili yang terdapat pada sekret nasofaring dan darah selama masa prodromal sampai 24 jam setelah timbul bercak - bercak merah di kulit dan selaput lendir. Cara penularan dengan droplet dan kontak.

Penatalaksanaan:
  1. Pengobatan
    • Morbili merupakan suatu penyakit self-limiting, sehingga pengobatanya hanya bersifat simtomatis.
    • Antibiotik diberikan bila ternyata terdapat infeksi sekunder.
    • Kortikosteroid dosis tinggi biasanya diberikan kepada penderita morbili yang mengalami ensefalitis.
  2. Pencegahan
    Morbili dapat dicegah dengan pemberian imunisasi, baik imunisasi aktif maupun imunisasi pasif.


Lebih lengkapnya, download >> DISINI

19 Feb 2012

Askep Marasmus


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Marasmus.

Pengertian:
Menurut Nelson (1999), Marasmus adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan karena rendahnya konsumsi energi kalori dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga mengakibatkan tidak adekuatnya intake kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.

Etiologi:
  • Pemasukan kalori yang tidak mencukupi, sebagai akibat kekurangan dalam susunan makanan.
  • Kebiasaan-kebiasaan makanan yang tidak layak, seperti terdapat pada hubungan orang tua-anak yang terganggu atau sebagai akibat kelainan metabolisme atau malformasi bawaan.
  • Gangguan setiap sistem tubuh yang parah dapat mengakibatkan terjadinya malnutrisi.
  • Disebabkan oleh pengaruh negatif faktor-faktor sosioekonomi dan budaya yang berperan terhadap kejadian malnutrisi umumnya, keseimbangan nitrogen yang negatif dapat pula disebabkan oleh diare kronik malabsorpsi protein, hilangnya protein air kemih ( sindrom neprofit ), infeksi menahun, luka bakar dan penyakit hati.

17 Feb 2012

Askep Kekurangan Kalori Protein (KKP)


Kali ini saya akan membahas Askep (asuhan keperawatan) pada pasien (anak) penderita Kekurangan Kalori Protein (KKP).

Pengertian:
Medicastore.Com (2009) menyebutkan, KKP adalah penyakit yang disebabkan oleh konsumsi kalori yang tidak memadai yang mengakibatkan kekurangan protein dan mikronutrisi (zat gizi yang diperlukan dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral.

Etiologi:
Penyebab dari kwarshiorkor adalah karena defisiensi protein dan juga disebabkan oleh:
  • Faktor ekonomi, protein yang bermutu baik terutama terdapat pada bahan makanan yang berasal dari hewan seperti protein susu, keju, telur, daging, dan ikan. Bahkan makanan tersebut mahal harganya, sehingga tidak terbayar oleh mereka yang berpenghasilan rendah.
  • Pengetahuan yang kurang tentang nilai bahan makanan, cara pemeliharaan anak.
  • Keadaan hygiene yang buruk, mereka mudah dihinggapi infeksi dan investasi parasit dan timbulnya diare mempercepat dari penyakit ini.
older post home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...